Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENTING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENTING. Tampilkan semua postingan

20140613

PENGERTIAN MAHAR


APA ITU MAHAR? APABEDANYA DENGAN HARGA? KENAPA ILMU ADA JUGA YANG DIMAHARI?

pernahkah anda menanyakan tiga pertanyaan di atas? diantara anda semua pasti ada yang menanyakan pertanyaan pertanyaan diatas, disini kami akan menjelaskan itu semua agar tidak ada kesalah fahaman antara anda dan pihak penyedia jasa spiritual

APA ITU MAHAR?
mahar adalah sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak lain sebagai bentuk rasa terima kasih / penghargaan kepada pihak lain yang telah mau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu terwujudnya keinginan si pemahar,

APA ITU HARGA?
harga adalah sejumlah nominal untuk menilai sebuah benda dari sudut bahan baku dan kualitas

APA BEDANYA MAHAR DENGAN HARGA?
jelas perbedaannya sangat jauh, setelah anda membaca keterangan diatas pastinya anda sudah tau apa bedanya mahar dengan harga, mahar adalah jumlah nominal untuk rasa terima kasih atau penghargan sedangkan harga adalah jumlah nominal untuk menilai sesuatu dari segi bahan dan kualitas, oleh karena itu sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak mempelai wanita disebut mahar (tanda terima kasih), bukan disebut harga (menilai bahan baku), karena wanita adalah anugerah tuhan yang tidak bisa dinilai dengan harga berapapun juga, maka sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak mempelai wanita disebut mahar(tanda terima kasih). begitu juga dengan sejumlah nominal yang anda berikan untuk mendapatkan azimah/benda bertuah itu disebut dengan mahar(tanda terima kasih), bukan disebut harga(menilai bahan baku), karena bagaimanapun juga keberkahan pada azimah/benda bertuah tidak bisa dinilai dengan harga berapapun juga, juga tidak bisa diperdagangkan. maka sejumlah nominal yang anda berikan untuk mendapat azimah/benda bertuah disebut mahar (sebagai tanda terima kasih), namun untuk menjaga etika spiritual maka sebaiknya anda tidak menawar mahar azimah, karena ketika anda menawar mahar azimah maka anda sudah dianggap menganggap itu jualbeli, dan jual beli benda berkekuatan supranatural hukumnya haram, begitu juga jual beli perempuan hukumnya haram, namun untuk mendapatkan azimah bisa halal dengan memberi mahar(tanda terima kasih), begitu juga untuk mendapatkan wanita bisa halal dengan memberi mahar(tanda terima kasih) karena ketika anda menganggap benda mulia bisa dinilai harga maka anda sudah dianggap meremehkan dan itu dosa

jika anda memberikan mahar kepada sang mempelai wanita bukan berarti anda membeli wanita tersebut, karena wanita tidak bisa dijual belikan, dan ketika anda memberikan mahar untuk benda bertuah bukan berarti anda membeli berkah yang ada pada benda bertuah, karena berkah benda bertuah tidak bisa dijual belikan

ketika anda memesan azimah atau benda bertuah dari kami, janganlah dianggap jual beli, selayaknya anda memberikan mahar dengan ikhlas sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas usaha orang lain yang mau meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk membantu anda mendapatkan azimah atau benda bertuah untuk anda, dalam sebuah hadist, imam timidzi meriwayatkan dari shahabat abi sa'id alkhudri bahwa rasulullah SAW bersabda; "barang siapa tidak berterimakasih pada sesama manusia berarti tidak berterima kasih kepada allah" ,pada redaksi lain seorang penyair sufi juga berkata "berharap yang didunia dan di ahirat menjadi geratis, itulah tanda tanda orang yang tidak menghargai usaha orang lain dan mengingkari sunnatullah, karena allah pun memberikan surga padamu tidak geratis, harus dibayar dengan ketaqwaan" bila anda resapi dua kalimat tadi maka anda tau artinya menghargai orang, seperti kita tau bahwa kemunculan benda benda disekitar kita adalah hasil karya orang lain, dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapat benda benda itu adalah untuk menghargai usaha mereka yang telah mau meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk membantu mewujudkan keinginan kita (piring,motor,almari,dll, misalnya), begitu juga bahwa keberadaan azimah dan benda bertuah adalah hasil dari usaha orang lain yang menjembatani siapaun yang memerlukan, selayaknya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya adalah untuk menghargai usaha mereka yang membantu anda dalam memiliki azimah dan benda bertuah, 

adapun sejumlah mahar ditentukan dari tingkat banyak sedikitnya waktu dan tenaga yang digunakan untuk mendapatkan azimah atau benda bertuah itu, perlu diketahui bahwa azimah dan benda bertuah itu semakin semakin sulit proses pembuatannya/menemukannya maka semakin banyak waktu, tenaga dan biaya yang dikerahkan, otomatis tenaga pun ikut terkuras juga, karena azimah dari kami adalah azimah asli buatan tangan, ditulis dengan tangan juga dengan tata cara yang khusus, sekarang ini banyak azimat azimat palsu yang beredar dipasaran yaitu azimat hasil foto copy, sablon dan cetakan masal lain yang bisa menghasilkan banyak azimah palsu dalam hitungan detik, azimat dari ISTANATUAH adalah azimah asli tulisan tangan yang dibuat dengan tatacara khusus diwaktu waktu yang khusus juga untuk memberi pelayanan yang sungguh sungguh dan istimewa kepada klien kami, karena azimat palsu hasil cetakan masal menurut para guru hikmah tidaklah mempunyai berkah karena berkah bisa didapat hanya melalui usaha

KENAPA ILMU ADA JUGA YANG DIMAHARI?
ketika anda menginginkan sebuah keilmuan dari kami dengan mahar sejumlah tertentu maka selayaknya anda menganggap mahar adalah rasa terima kasih kepada orang lain yang mau meluangkan meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajari anda keilmuan, sepantasnya anda menganggap mahar adalah biaya administrasi wajar sebagaimana biaya yang dikeluarkan untuk sebuah kursus keahlian(kursus komputer, menjahit, elektronik,miasalnya) atau kursus keilmuan (kursus bhs inggris, pengobatan, kecantikan,dll, misalnya) karena untuk mengajari sebuah keilmuan atau keahlian kepada orang banyak, memerlukan waktu dan tenaga yang khusus diluangkan untuk hal itu, kenapa tidak di ajarkan gratis saja sebagai ibadah? tentu untuk mengajari orang banyak membutuhkan waktu yang banyak juga dan tentunya waktu untuk bekerja harus dikesampingkan demi mengajari ilmu kepada orang banyak, maka mahar fungsinya untuk mengganti waktu bekerja sipengajar/guru yang telah dikesampingkan untuk mengajari ilmu, kalau seorang pengajar tidak bisa mencukupi kebutuhan anak istri karena waktu kerjanya habis untuk mengajari orang, apakah itu ibadah? bukan ibadah lagi tapi dosa karena menelantarkan keluarga, kami juga bertanya , apa jadinya kalau para siswa tidak membayar uang SPP? yang terjadi pasti sang guru akan berhenti mengajar karena tiada biaya kontribusi untuk anak isterinya dan pastinya sang guru akan memilih untuk bekerja mencari duit untuk bertanggung jawab kepada anak isteri, iya kan?
semoga anda bisa memahami dan pengertian juga tidak su'uzzon tentang keberadaan mahar pada suatu keilmuan, jangan di anggap mahar adalah harga yang mengindikasikan jual beli karena benda mulia (azimah,ilmu, manusia, berkah) tidak bisa dinilai dengan harga

KONSULTAN SPIRITUAL: wan fuad ( +628985412739)
STAF ADMIN : +6285293194380

HUKUM MENGGUNAKAN AZIMAT





APA ITU AZIMAT ? BAGAIMANA HUKUM MENGGUNAKAN AZIMAT DAN BENDA BERTUAH?

diantara anda semua pasti pernah menanyakan pertanyaan pertanyaan seperti di atas, disini kami menjelaskan kepada anda secara gamblang dan terang, apa itu azimat dan benda bertuah juga bagaimana hukumnya

azimat adalah benda bertuah dengan energi supranatural positif sebagai sarana tabarruk (mengharap berkah) dari tuhan untuk sebuah tujuan khusus agar cepat dikabulkan tuhan, bentuk dari azimat banyak macamnya, ada yang berbentuk senjata (tongkat, pedang, keris, tombak,dll), ada yang berbentuk assesoris (permata, mustika, geliga, kalung, gelang,dll), ada yang berbentuk benda bertulis rajah atau ayat khusus (biasanya kain, kertas, logam, kayu,dll)

walaupun azimat itu disakralkan oleh pemiliknya namun bukan berarti disembah atau dikultuskan, si pengguna azimat pada intinya adalah tabarruk (mengharap berkah) dari tuhan untuk sebuah tujuan khusus agar cepat dikabulkan tuhan, dalam ilmu hikmah diterangkan bahwa ada dua cara mengambil berkah (tabarruk), yaitu dengan wirid ayat / asmak tertentu dan yang kedua dengan sarana benda bertuah (azimat), benda bertuah (azimat) dari kalangan hikmah adalah benda yang telah diberkahi dengan ayat dan doa khusus dengan cara membacakannya pada benda tersebut atau menulisnya pada benda tersebut, islam memperbolehkan umatnya mengambil berkah dari benda benda yang telah diberkahi, contoh benda bertuah yang umum digunakan orang islam adalah air zamzam, air zamzam adalah benda bertuah karena telah diberkahi secara alami dan islam membolehkan mengambil berkahnya, dari kisah nabi terdahulu juga banyak yang menggunakan benda bertuah (azimat), contoh nabi sulaiman menggunakan cincin sulaiman selengakapnya >> klik disini  ,nabi musa menggunakan tongkat untuk sarana melawan fir,aun, nabi ya,qub juga pernah menggunakan gamis nabi yusuf untuk menyembuhkan matanya, dan shohabat kholid bin walid juga pernah menggunakan rambut nabi muhammad untuk sarana perlindungan saat peperangan, dan lain lain, penggunaan benda bertuah tidak lain niatnya adalah mengambil berkah (tabarruk) uuntuk sebuah tujuan khusus agar cepat tercapai, azimah / benda bertuah biasanya digunakan agar tujuannya cepat tercapai, misalnya ingin cepat sukses, ingin cepat laris, ingin cepat smbuh, ingin cepat dapat jodoh dan lain lain, karena azimah hanyalah perantara maka apapun yang didapat setelah penggunaan azimat adalah berkah dari tuhan semata.
seperti kalau kita minum obat, setelah sembuh maka kesembuhan datangnya dari tuhan bukan dari obat, begitu juga penggunaan azimah dan benda bertuah

bagaimana hukum menggunakan benda bertuah? hukumnya boleh selama kita berkeyakinan bahwa sumber dari segala kekuatan adalah tuhan, sama halnya dalam menggunakan obat bahwa kesembuhan datangnya adalah dari tuhan bukan dari obat, baru haram hukumnya bila anda berkeyakinan bahwa azimah punya kekuatan sendiri yang bukan dari tuhan, apapun berkah dan manfaat setelah menggunakan azimat itu semua datang dari allah, azimat hanya perantara saja sebagai ikhtiar bathin mendampingi usaha lahiriyah kita, ibaratnya adalah suplement

benda bertuah / azimat adalah benda yang dianugerahi oleh tuhan dengan kekuatan supranatural (kekuatan ghaib) yang mana sebab kekuatan ghaib itulah sebuah benda bertuah (azimah) dapat mempengaruhi suasana dan keadaan alam sekitar seizin tuhan (misalnya, azimat pelarisan bisa mempengaruhi suasana dagang yang sepi menjadi ramai), seperti halnya nuklir yang bisa mempengaruhi alam sekitar, azimah dan nuklir bisa mempengaruhi alam sekitar bukan karena  azimat atau nuklir punya kekuatan, tapi karena azimat dan nuklir itu diberkahi tuhan dengan bakat bisa mempengaruhi suasana dan keadaan alam sekitar, pengguna azimah dan benda bertuah pada intinya adalah sama yaitu ikhtiar dan berusaha untuk mendapat pertolongan tuhan dengan cara yang mereka sanggupi tentunya, karena ada yang bilang "banyak jalan menuju roma" ,karena memang kodrat manusia adalah berusaha dan tuhan penentunya, karena tuhan juga memberi pertolongan melalui banyak perantara, seperti malaikat, orang, benda bertuah, ilmu,dll

perlu diketahui bahwa wasilah/perantara/sebab adalah kebutuhan manusia secara mutlak dalam mencapai tujuan, ketika kita menggunakan wasilah/perantara maka bukan berarti tuhan yang butuh wasilah/perantara ,tapi kita yang butuh wasilah dan perantara supaya tujuan cepat tercapai, seperti halnya kita tahu bahwa menaiki pohon kelapa akan lebih cepat dan mudah bila menggunakan perantara tangga, bukan pohon kelapa-nya yang butuh tangga tapi kita yang butuh tangga agar cepat sampai puncak, itu visualisasinya. 

penggunaan azimah atau benda bertuah adalah ikhtiar bathin yang harus diimbangai dengan usaha lahiriyah agar tujuan cepat tercapai, azimah bagaikan tangga agar kita bisa mudah dan cepat mencapai tujuan, namun saya ingatkan sekali lagi bahwa azimah dan benda bertuah hanyalah sarana saja, bukan penentu karena yang menentukan adalah tuhan, namun kami berkeyakinan bahwa usaha yang sunguh sungguh yang dibarengi niat baik pasti akan dikabulkan tuhan, apapun berkah yang didapat setelah menggunakan azimah atau benda bertuah itu semua datangnya dari tuhan, ini kami jelaskan agar akidah kita tetap benar dalam menyikapi azimah dan benda bertuah

semoga yang kami terangkan bisa menjadi wawasan tambahan yang bermanfaat bagi anda, satu pesan dari saya BERBEDA PANDANGAN ITU WAJAR, SALING MENCACI ITU KURANG AJAR, manusia diciptakan dengan segala perbedaan, namun yang terpenting adalah kita harus tetap menghargai perbedaan tanpa harus mencaci keyakinan orang

seorang tentara memakai baju anti peluru karena dia meyakini bahwa dengan memakai baju anti peluru maka ia bisa selamat dari terjangan peluru, kalau tentara tersebut tidak yakin dengan kekuatan baju anti peluru tentu tentara tersebut tak akan memakai baju anti peluru. terbukti, tubuhnya aman dari terjangan peluru saat ada peluru menerjang tubuhnya. kenapa tentara tersebut memakai baju anti peluru? apakah tidak percaya dengan tuhan yang maha menjaga? tentu saja tentara tadi percaya yang memberi keselamatan adalah tuhan, baju anti peluru hanya sebatas sarana untuk usaha
begitu juga dengan penggunaan azimat / benda bertuah. seseorang menggunakan azimat / benda bertuah hanya sebatas sarana usaha. apakah pengguna azimat tidak percaya dengan tuhan? kenapa masih menggunakan azimat? tentu saja pengguna azimat sangat percaya dengan tuhan karena setelah menggunakan azimat sebagai pelengkap usaha maka tuhan akan menurunkan pertolongan perantara azimat sebagai usaha. jika anda bertanya "bukankah menggunakan azimat itu sama halnya syirik?" jika anda bertanya begitu maka kami akan berbalik tanya "bukankah menggunakan obat itu juga syirik? kalau percaya dengan kuasa tuhan yang maha penyembuh mengapa masih pakai obat?". perlu anda ketahui, bahwa orang menggunakan obat hanya sebatas ikhtiar saja untuk mencari pertolongan tuhan, bukan berarti menduakan tuhan. sama halnya dengan menggunakan azimat, azimat hanya sebatas ikhtiar saja untuk mencari pertolongan tuhan, bukan menduakan tuhan. anda sembuh bukan karena obat bisa menyembuhkan tapi karena tuhan maha penyembuh. seseorang mendapatkan banyak keberuntungan saat menggunakan azimat bukan berarti azimat punyai kekuatan tapi karena tuhan maha pengasih dengan segala rahmatnya. salam sejahtera
KONSULTAN SPIRITUAL: WAN FUAD ( +628985412739 )
STAF ADMIN: +6285293194380